Selong (halolombok)– Kapolres Lombok Timur menutup 10 tambang pasir bermasalah yang selama ini beroperasi tanpa memiliki izin resmi dari pemerintah. Tindakan tegas dilakukan menindak lanjut laporan dan keluhan masyarakat yang dirugikan dampak pengerukan pasir tersebut.
Lokasi 10 tambang pasir yang ditutup itu di pasangkan police line berlokasi di tiga kecamatan yakni Kecamatan Labuhan Haji, Aikmel dan Kecamatan Wanasaba.
Perintah Kapolres untuk penutupan tambang galian C bermasalah itu, langsung Dikomandoi Kasat Reskrim Polres Lotim,AKP I Made Dharma Yulia Putra bersama anggota dan dinas terkait, Kamis siang (31/10)
Selain melakukan pemasangan police line dilokasi juga dipasang plang himbauan kepada pemilik lokasi tambang agar setiap melakukan penambangan harus mengacu pada aturan yang berlaku.
AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan pihaknya turun bersama tim untuk mengingatkan masyarakat (pengusaha red-) untuk taat aturan. Bila tidak pemerintah dan aparat kepolisian akan melakukan langkah-langkah tegas.
“Kita melakukan pemasangan police line dan plang peringatan untuk dipatuhi para pemilik tambang,” tandas Kasat Reskrim.
Dikatakan pihaknya mengambil langkah tegas setelah ditemukan di lapangan para pengusaha tambang galian C itu tidak mematuhi aturan, dan banyak keluhan dan pengaduan dari masyarkat.
“Kami bertindak atas perintah pimpinan untuk melakukan pemasangan police line dan pemberian himbauan kepada para pemilik tambang galian C,”ungkapnya.
Ketika melakukan pemeriksaan di lapangan lanjut Made Dharma, 10 lokasi tambang yang ditutup untuk melakukan kegiatan tersebut terkait soal perizinan yang belum tuntas.
“”Bila tidak memilki izin dan melakukan kegiatan tambang pasir secara ilegal pemerintah mempunyai kewajiban menertibkan, tapi yang legal tentu pengusaha tersebut patut diapresiasi,”katanya.
Ditanya sampai kapan batas penutupan/pemasangan police line tersebut, menurut Made Dharma sampai ke 10 pengusaha Tambang galian C itu memiliki dokumen resmi dari pemerintah.
Diimbau kepada pengusaha galian C di Lombok Timur agar melakukan kegiatan nya sesuai Standar Operasional (SOP) Pertambangan Minerba atau Galian C. Bila himbauan tidak dipatuhi peme6 dan aparat kepolisian akan melakukan tindakan tegas.
“Kalau tidak patuh terhadap aturan, merusak lingkungan dan merugikan masyarakat kita akan proses sesuai hukum,’tegasnya.(hl)