Murniati, salah satu kader Posyandu Edelweys II, Kelurahan Dasan Cermen. Salah satu kader yang menerima penghargaan nasional dari Kemenkes RI, atas beragam inovasi yang dikembangkan selama ini.
——————————-
SUDIRMAN-MATARAM
—————————–
Murniati, kelahiran 7 Oktober 1977, Sosok kader posyandu yang dikenal tekun dan terus mengembakan inovasi. Dia selama ini, terus berpacu dengan inovasi dalam mengemban tugas mulianya. Dia mulai menjadi kader sejak usia 14 tahun. Sejak remaja dia sudah melakukan pendampingan pada ibu hamil, anak balita.
Tidak sekedar mengecek berat badan balita, maupun ibu hamil. Namun dia membuat inovasi yang terus dikembangkan, dalam Lomba inovasi tahun 2024 lalu. dia mendapatkan pengharrgaan dari kementrian Kesehatan RI, atas inovasinya bernama Stand Edukasi tanaman obat dan makanannya sehat. Inovasi tercetus dari warga, sebelum ada program. Banyak anak-anak resiko staunting, edukasi masyarakat mengolah makanan sendiri. ‘’Saya dapat penghargaan dari kemenkes RI, wakil NTB tahun 2024. Kategori kader posyandu inovasi bidang kesehatan, dan mendapatkan hadiah PIN emas, Tablet dan Sepeda,’’ katanya, kepada Radar lombok, Kamis kemarin, kepada Radar Lombok, (23/7).
dia tidak tinggal diam. Dia terus membangun banyak inovasi dan olahan-olahan obat herbal. Dari Produk lokal, tanaman obat-obatan herbal bisa mencegah penyakit tidak menular. Seperti Jahe,kunyit, kencur, ada juga yg jarang ditukang bawang dayat,kumis kucing. Kita hanya memperkenalkan. Karena sekarang banyak belajar sendiri dn pernah di ikut pelatihan dari dikes.
Dari olahan makanan sehat, dan obat-obatan herbal. Angka anak stuting turun drastis dari 60 anak sekarang tinggal 11 anak. Setiap rumah juga, harus memiliki tanaman herbal. Mengolah makanan sendiri. Dengan melakukan edukasi.
Keberadaan inovasi Stand edukasi makanan sehat. Sasaran terlayani dengan makanan sehat. Dia mendapatkan banyak ilmu dari membaca, dan pelatihan. Meski hanya lulusan Sekolah Dasar saat itu,dia tidak patang menyerah dan terus belajar. Dulunya, memiliki cita-cita sebagai perawat. ‘’Walaupun saya tidak bisa menjadi perawat, tapi sekarang bisa memberikan perawatan warga, ucapnya.
Sementara itu, Lurah Dasan Cermen, Sri Sulistyowati, Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Posyandu Dasan Cermen, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang terlibat. Semoga penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi kader-kader lainnya di Kota Mataram untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Kader Posyandu Dasan Cermen berhasil meraih penghargaan dalam Penganugerahan Apresiasi Kader dan Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional tahun 2024. Acara penganugerahan tersebut diadakan di Trans Luxury Hotel Bandung, Jawa Barat.
Dengan penghargaan ini merupakan sebuah pengakuan atas dedikasi dan kerja keras para kader dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat posyandu. ‘’Kader-kader dari Dasan Cermen ini telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan kepada masyaraka,’’ katanya.
Saat itu, kata Sri, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara langsung memberikan penghargaan. Saat ini, tetap berjalan dan olahan-olahan pangan lokal bernilai gizi terus digencarkan untuk mencegah stunting. ‘’Kita terus jaga kekompakan bersama para kader, dan terus turun ke masyarakat,’’ tegasnya. (*)







Discussion about this post