Selong halolombok-–Rakyat sudah selayaknya mengawasi wakilnya yang bertugas sebagai wakil rakyat di kantor dewan. Ini pantas dilakukan mengingat kelakuan anggota DPRD kadang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.
Contoh kecil, saat bersidang Rapat Paripurna DPRD Lombok Timur yang membahas Raperda adat dan Pariwisata yang tampak hanya beberapa orang dan nyaris setengah kursi dewan kosong, pada Kamis (8/1)
Peristiwa ini menjadi sorotan kamera dan eksekutif yang menghadiri agenda wakil rakyat tersebut. Sungguh ironis saat membahas agenda penting, justru kehadiran anggota DPRD sangat rendah
Uniknya lagi dalam daftar atau absen kehadiran anggota dewan dalam rapat paripurna itu nyaris hadir semua, tapi fakta persidangan banyak anggota dewan yang tidak terlihat di rumah sidang.
Hal ini memunculkan spekulasi kalau fi DPRD Lombok Timur terjadi perjokian tanda tangan anggota yang tidak hadir. “Indikasi joki tanda tangan sangat kuat, pantas disesalkan masyarakat Lombok Timur, ” ujar Irham salah seorang mahasiswa Lotim.
Dugaan adanya joki absen anggota DPRD Lotim dibantah , Ketua DPRD Lombok Timur Muhammad Yusri. Dia beralasan pada saat rapat sebagian besar anggota nya benar– benar hadir.
Tidak ditampilknya ada diantara 50 anggy DPRD Lombok Timur tidak terlihat di ruangan karena terlambat datang, ada juga anggota yang sesudah masuk ruangan dan mengisi daftar hadir kemudian keluar meninggal kan tempat sidang.
Bahkan kata Yusri, saat bersamaan beberapa anggota dewan ada tugas luar yang tidak bisa ditinggalkan, sedang melakukan peninjauan lapangan terkait laporan masyarakat.
Kendati ketua DPRD Lombok Timur membela sejumlah oknum anggota dewan yang tak hadir saat membahas agenda penting untuk rakyat, Yusri menyatakan rapat tetap berlangsung mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk syarat sah pengambilan keputusan DPRD. (hl)







Discussion about this post