• Home
  • About
  • redaksi
  • Contact
Kamis, Mei 14, 2026
  • Login
www.halolombok.com
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
www.halolombok.com
No Result
View All Result
Home Daerah Mataram

DPRD NTB Minta Tekan NPL dibawah 10 Persen

halo lombok by halo lombok
Maret 10, 2026
in Mataram
0
DPRD NTB Minta Tekan NPL dibawah 10 Persen
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mataram – Pengurus PT BPR NTB baru dinanti kinerja dan inovasi. Diantaranya Pekerjaan Rumah (PR) bagi pengurus baru harus diselesaikan yakni terkait besarnya kredit macet atau Non Performing Loan (NPL).

Kredit macet atau NPL PT BPR NTB masih tercatat 14,35 persen. Ini masih jauh dari kriteria ideal 5 persen.

Ketua Komisi III bidang BUMD dan Perbankan DPRD NTB Sambirang Ahmadi mengatakan, pihaknya meminta kepada pengurus baru PT BPR NTB agar kredit macet atau NPL ditekan serendah-rendahnya. Minimal di bawah 10 persen.

” NPL harus ditekan serendah-rendahnya. Minimal dibawah 10 persen,” kata politisi PKS tersebut, kemarin.

Dia menegaskan bahwa pengurus baru PT BPR harus bekerja keras menurunkan kredit macet sampai ke bawah 10 persen. Atau minimal sesuai dengan target Gubenur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang memasang target kredit macet atau NPL PT BPR NTB pada kisaran 8-9 persen.

” Target Gubernur yang belum terpenuhi sampai sekarang yakni menekan jadi 8-9 persen. Apalagi kalau bisa mencapai angka ideal 5 persen. Itu lebih bagus lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, Angka kredit macet atau NPL PT BPR yang masih menyentuh angka dua digit masih jauh dari standar aman Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK dan Bank Indonesia (BI) menetapkan batas aman NPL (bruto) maksimal adalah 5 persen.

” Dan itu dianggap sehat dan terkendali,” imbuhnya.

Sedangkan jika itu sudah menyentuh dua digit, yaitu di atas 10 persen dan seterusnya, kondisi itu mencerminkan kualitas kredit dalam kondisi “lampu merah” atau tidak sehat.

Menurutnya, tingginya angka kredit macet atau NPL sangat merugikan perusahaan. Selain berpengaruh terhadap keuntungan, kredit macet yang tinggi bisa mempengaruhi kinerja keuangan.

Kredit macet atau NPL yang terlampau besar bisa berdampak ke arus cash flow perusahaan.

“Kalau ini dibiarkan terus bisa berbahaya terhadap profil perusahaan ke depannya,” tandasnya.*

Previous Post

Pemprov NTB–ID FOOD Teken MOU Industri Yam Terintegrasi Rp. 1,2 Triliun di Sumbawa

Next Post

Gubernur NTB dan Menteri Ekonomi Kreatif Sepakat Jadikan NTB Role Model KUR Ekonomi Kreatif

Related Posts

Banyak  Penipuan Catut Nama Perwira Jelang Pergantian Kapolda NTB
Mataram

Banyak Penipuan Catut Nama Perwira Jelang Pergantian Kapolda NTB

Mei 12, 2026
Polisi Federal Australia Berkunjung ke Polda NTB, Bahas Penanganan PPA TPPO
Mataram

Polisi Federal Australia Berkunjung ke Polda NTB, Bahas Penanganan PPA TPPO

Mei 12, 2026
Jubir Pemprov NTB Optimis Masuk Tiga Besar Nasional Keterbukaan Informasi Publik 2026
Mataram

Jubir Pemprov NTB Optimis Masuk Tiga Besar Nasional Keterbukaan Informasi Publik 2026

Mei 11, 2026
Gubernur NTB: Jadilah Guru yang Layak dan Dicintai Murid
Mataram

Gubernur NTB: Jadilah Guru yang Layak dan Dicintai Murid

Mei 9, 2026
Pemprov NTB Kunci Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi Pariwisata Berbasis Ekosistem
Mataram

Pemprov NTB Kunci Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi Pariwisata Berbasis Ekosistem

Mei 9, 2026
Mahasiswa STIS DAFA Mataram Dukung KPK Bongkar Dugaan Praktik “Jual Beli” Kuota PIP*
Mataram

Mahasiswa STIS DAFA Mataram Dukung KPK Bongkar Dugaan Praktik “Jual Beli” Kuota PIP*

Mei 8, 2026
Next Post
Gubernur NTB dan Menteri Ekonomi Kreatif Sepakat Jadikan NTB Role Model KUR Ekonomi Kreatif

Gubernur NTB dan Menteri Ekonomi Kreatif Sepakat Jadikan NTB Role Model KUR Ekonomi Kreatif

Discussion about this post

Browse by Category

  • Apps
  • Bima
  • Business
  • Daerah
  • Dompu
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Headline
  • Health
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Lombok Barat
  • Lombok Tengah
  • Lombok Timur
  • Lombok Utara
  • Mataram
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sports
  • Startup
  • Sumbawa
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • About
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2024 www.halolombok.com - copyright

No Result
View All Result

© 2024 www.halolombok.com - copyright

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In