Mataram halolombok.– Penguatan literasi dan numerasi terus digenjot di satuan pendidikan luar biasa (SLB). Salah satunya dilakukan SLB Negeri 3 Mataram melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi, Sabtu (12/9).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja Sekolah Terbaik Tahun Anggaran (TA) 2026.
Bimtek difokuskan untuk memperkuat pemahaman sekaligus strategi pembelajaran literasi dan numerasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di SLB.
Kepala Bidang Pembinaan SMK (PSMK)-PK-PLK Dikpora NTB, Hasbi Assidiqi, S.Sos., MM., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dikatakan, kegiatan serupa diharapkan tidak hanya dilakukan SLB Negeri 3 Mataram, tetapi juga dapat diterapkan oleh seluruh SLB di NTB.
“Semoga semua SLB bisa melaksanakan kegiatan seperti ini. Harapannya, dari kegiatan ini lahir strategi-strategi untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi di semua SLB,” kata Hasbi.
Menurutnya, penguatan literasi dan numerasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Terlebih, kebutuhan peserta didik SLB memiliki karakteristik yang berbeda dengan siswa pada satuan pendidikan umum.
Karena itu, peningkatan kompetensi pendidik menjadi salah satu kunci. Guru dituntut mampu mengembangkan metode pembelajaran yang adaptif, sehingga materi literasi maupun numerasi dapat diterima peserta didik sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Pelaksanaan bimtek di SLB Negeri 3 Mataram menghadirkan narasumber dan diikuti peserta secara langsung. Materi yang diberikan tidak hanya menekankan aspek pemahaman konsep, tetapi juga strategi yang dapat diterapkan guru dalam proses pembelajaran.
Penguatan kemampuan literasi dan numerasi dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
Lebih dari itu, kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik memahami informasi, memecahkan persoalan sederhana, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Terlebih bagi peserta didik berkebutuhan khusus, pendekatan pembelajaran harus disesuaikan dengan potensi dan kondisi masing-masing. Dengan strategi yang tepat, kemampuan literasi dan numerasi diharapkan dapat berkembang secara bertahap dan memberikan dampak terhadap kemandirian siswa.
Pemanfaatan BOS Kinerja dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah mengoptimalkan dukungan anggaran berbasis kinerja untuk peningkatan mutu pendidikan. Program tersebut diarahkan agar penggunaan anggaran memberikan dampak nyata terhadap kualitas proses pembelajaran.
SLB Negeri 3 Mataram pun diharapkan terus melahirkan inovasi pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Penguatan literasi dan numerasi menjadi salah satu pijakan untuk membekali siswa agar lebih mandiri dan mampu berpartisipasi di tengah masyarakat sesuai potensi yang dimiliki.
Dengan demikian, literasi dan numerasi tidak hanya menjadi target capaian akademik. Namun, keduanya diharapkan menjadi keterampilan dasar yang dapat digunakan peserta didik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (Red).







Discussion about this post