• Home
  • About
  • redaksi
  • Contact
Rabu, April 8, 2026
  • Login
www.halolombok.com
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
www.halolombok.com
No Result
View All Result
Home Daerah Mataram

Patut Diapresiasi RSUP NTB Mengelola Kesenjangan Ekspektasi dan Pelayanan

sergapye@gmail.com by sergapye@gmail.com
April 8, 2026
in Mataram
0
Patut Diapresiasi RSUP NTB Mengelola Kesenjangan Ekspektasi dan Pelayanan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mataram – Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini berada pada kategori pelayanan “Sangat Baik”. Apresiasi masyarakat pada integritas seperti perilaku petugas, prosedur dan komitmen pelayanan yang menjadi nilai tertinggi performa badan layanan umum daerah, masih diharapkan terus melakukan perbaikan signifikan pada kecepatan pelayanan dalam waktu tunggu pendaftaran, dokter, dan obat serta efisiensi birokrasi dan kenyamanan fasilitas.

“Survei kepuasan masyarakat sebagai data persentase sebesar 88,8 persen sudah melampaui angka tertinggi 80 persen namun tetap memperhatikan ekspektasi masyarakat yang tinggi pada pelayanan rumah sakit”, ungkap Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS, Pelaksana Tugas Direktur RSUP NTB di Ruang Rapat RSUP fi Mataram, Senin (06/04/2026).

Dikatakannya, kompleksitas kasus kesehatan dan upaya memperbaiki layanan ini seharusnya sudah tercermin dalam data indeks kepuasan masyarakat maupun akreditasi rumah sakit.
Namun demikian, peningkatan sarana dan prasarana termasuk penyehatan keuangan rumah sakit menjadi hal strategis dalam pemenuhan ekspektasi masyarakat pada rumah sakit kebanggaan NTB ini.

Manajemen RSUP NTB menyadari hal ini untuk menjaga kualitas dengan evaluasi dan peningkatan performa. Misalnya pelayanan poliklinik seperti Onkologi dengan empat subspesialis, menaikkan tingkat kunjungan masyarakat.
Begitupula dengan tingkat kepercayaan masyarakat dalam pelayanan rawat inap dan rawat jalan untuk penyakit berat yang harus terus dijawab oleh rumahsakit dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan fasilitas.

Untuk pemerataan layanan kesehatan diluar Lombok, RSUP sebagai pembina terus mengejar kesetaraan kompetensi tenaga medis dan fasilitas layanan ketika rumahsakit daerah dinaikkan level akreditasinya.

“Kalau untuk layanan ambulans bagi pasien luar daerah, RSUP sudah melakukan MoU dengan kabupaten/ kota”, tambahnya.

Dalam hal pelayanan, RSUP sebagai rumahsakit rujukan tertinggi (kelas A) mengacu pada Pergub 37 dan Pergub yang mengatur fleksibilitas sebagai badan layanan usaha daerah (BLUD) serta Pergub 19/2025 tentang standar pelayanan minimal dengan jumlah 758 tempat tidur, 2.666 sumberdaya manusia, 113 layanan.

Dalam periode 2024 sampai 2025, kinerja keuangan dengan skor 76,2 (kategori baik) pada 2024 menjadi 53,3 yang harus terus didorong dari target pendapatan BLUD Rp 700 miliar terealisasi 123,7 miliar (17, 6 persen pada Maret 2026), dengan total penerimaan RSUP sampai Maret ini sebesar 169,8 miliar termasuk potensi penerimaan dari beberapa revenue center termasuk didalamnya kompetensi sunberdaya tenaga medis. Sementara
capaian belanja sebesar 7,34 persen atau Rp 102 miliar pada triwulan pertama 2026.
Dari belanja anggaran DBHCHT sebesar Rp 21,6 miliar, RSUP sudah merencanakan beberapa program prioritas.

Sedangkan kinerja non keuangan, beberapa capaiannya seperti skor standar pelayanan minimal periode Januari sampai Februari 2026 di masing masing manajemen di pelayanan, keuangan, SDM dan operasional diatas 70 persen bahkan 90 persen.

Terkait intervensi kesehatan dalam program Desa Berdaya sebagai upaya pengentasan kemiskinan ekstrim, Direktur RSUP yang juga Kepala Dinas Kesehatan ini mengatakan, Indeks Kesehatan Desa (IKD) akan menjadi instrumen untuk meningkatkan produktifitas dan kemandirian masyarakat dalam mengentaskan kemiskinannya dan intervensi stunting dalam hal pemenuhan gizi, sanitasi, kesehatan lingkungan dan hal lain yang relevan dengan intervensi sektor kesehatan.

“Indeks Kesehatan Desa ini sebagai acuan untuk mengintervensi sektor kesehatan di 40 desa pada tahun ini”, sebut dokter Fikri.

Indikator basis data dalam IKD diantaranya usia warga desa dengan rentang tertentu, data pengguna JKN, ibu hamil, menyusui, bayi dan balita serta status gizi dan pola asuh yang disebabkan kemiskinan.

Strategi intervensi kesehatan dalam program Desa Berdaya ini selain menggerakkan jejaring Puskesmas dan Posyandu serta mendorong alokasi anggaran dana desa juga bermitra dengan pihak lain seperti operasi mata yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar dapat berdaya dan mandiri.*

Previous Post

Pemprov NTB Siapkan Undian Emas 12 Gram untuk Warga Wajib Taat Bayar Pajak

Next Post

Bunda Sinta Berharap Kerajinan NTB Makin Eksis dan Makin Mengglobal

Related Posts

Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasda Polda NTB 2026 Muly Diaudit
Mataram

Taklimat Awal Audit Kinerja Itwasda Polda NTB 2026 Muly Diaudit

April 8, 2026
Polda NTB Jamin Rekrutmen Polri 2026 Bersih dari Calo
Mataram

Polda NTB Jamin Rekrutmen Polri 2026 Bersih dari Calo

April 8, 2026
Bunda Sinta Berharap Kerajinan NTB Makin Eksis dan Makin Mengglobal
Mataram

Bunda Sinta Berharap Kerajinan NTB Makin Eksis dan Makin Mengglobal

April 8, 2026
Pemprov NTB Siapkan Undian Emas 12 Gram untuk Warga  Wajib  Taat  Bayar Pajak
Mataram

Pemprov NTB Siapkan Undian Emas 12 Gram untuk Warga Wajib Taat Bayar Pajak

April 8, 2026
Kapolda NTB Pantau Latihan Menembak Personel Resnarkoba, Tekankan Penggunaan Senpi Sesuai SOP
Mataram

Kapolda NTB Pantau Latihan Menembak Personel Resnarkoba, Tekankan Penggunaan Senpi Sesuai SOP

April 7, 2026
Komisi III DPRD NTB Apresiasi Kinerja Bank NTB Syariah: “Kinerja Tumbuh, Fondasi Kuat
Mataram

Komisi III DPRD NTB Apresiasi Kinerja Bank NTB Syariah: “Kinerja Tumbuh, Fondasi Kuat

April 7, 2026
Next Post
Bunda Sinta Berharap Kerajinan NTB Makin Eksis dan Makin Mengglobal

Bunda Sinta Berharap Kerajinan NTB Makin Eksis dan Makin Mengglobal

Discussion about this post

Browse by Category

  • Apps
  • Bima
  • Business
  • Daerah
  • Dompu
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Headline
  • Health
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Lombok Barat
  • Lombok Tengah
  • Lombok Timur
  • Lombok Utara
  • Mataram
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sports
  • Startup
  • Sumbawa
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • About
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2024 www.halolombok.com - copyright

No Result
View All Result

© 2024 www.halolombok.com - copyright

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In