• Home
  • About
  • redaksi
  • Contact
Kamis, Juni 11, 2026
  • Login
www.halolombok.com
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
www.halolombok.com
No Result
View All Result
Home Daerah Mataram

KONEKSI Gelar Connect! #12: Hilirisasi Rumput Laut untuk Dongkrak Potensi Ekonomi Biru NTB

sergapye@gmail.com by sergapye@gmail.com
Juni 11, 2026
in Mataram
0
KONEKSI Gelar Connect! #12:  Hilirisasi Rumput Laut untuk Dongkrak Potensi Ekonomi Biru NTB
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mataram halolombok–Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai penghasil rumput laut ketiga terbesar di tingkat nasional, dengan produksi sebanyak lebih dari 3,6 juta ton (2019–2023), memiliki potensi ekonomi biru yang besar. Pengembangan ini salah satunya diupayakan melalui pemanfaatan rumput laut menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk untuk pangan dan produksi bioplastik ramah lingkungan. Forum Connect! #12 bertajuk Advancing Sustainable Blue Economy Innovation for Resilient and Inclusive Growth yang diselenggarakan oleh KONEKSI, platform kemitraan pengetahuan Australia–Indonesia ini jadi ruang diskusi bersama pemerintah, akademisi, dan media, bagaimana rumput laut yang dikembangkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tingkat tapak dan regional.

Dalam diskusi ini, peneliti kolaboratif Australia–Indonesia menjelaskan inovasi pengolahan rumput laut menjadi produk nutrasetikal. Riset yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia dari Universitas Mataram dan Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama South Australian Research and Development Institute, berjudul Commercialising Cultivated Tropical and Temperate Seaweeds as a Sustainable Source of Nutraceuticals for Health and Nutrition, menyoroti bahwa lebih dari 86 persen ekspor rumput laut Indonesia bergantung pada satu negara tujuan sehingga harga mudah ditekan dan berdampak pada pendapatan petani. Selain itu, produksi rumput laut juga tertekan oleh perubahan iklim. Melalui kerja sama dengan petani dan pelaku usaha di Seriwe, Lombok Timur, riset ini mendorong diversifikasi rumput laut dan pengembangan produk pangan bernutrisi tinggi.

Sementara itu, kolaborasi riset PT Bahari Agro Indonesia dan BRIN bersama Central Queensland University serta University of the Sunshine Coast, berjudul EcoSea: Turning Seaweed into Food Packaging Bioplastics and Value-Added Byproducts for a Greener Indonesia, mengembangkan cara mengubah  rumput laut jenis spinosum (Eucheuma denticulatum) menjadi beberapa produk bernilai ekonomis dalam satu proses pengolahan. Temuan ini menegaskan potensi penerapan prinsip zero waste yang dapat mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi industri dan petani rumput laut.

“Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar sebagai fondasi pembangunan yang tangguh dan inklusif dalam mendukung pembangunan nasional. Secara khusus, hari ini kita akan menyoroti komunitas rumput laut, melalui teknologi dan inovasi, kita membangun ekosistem nilai tambah yang berdampak pada nilai rumput laut nasional. Saat ini, kita sedang membuktikan bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan mengentaskan kemiskinan dapat berjalan beriringan, serta blue economy yang sesungguhnya. Ekonomi yang menumbuhkan kesejahteraan tanpa merusak alam,” ujar Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Raden Arthur Ario Lelono dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Kementerian PPN/Bappenas Endang Sulastri menyampaikan apresiasi kepada KONEKSI dan seluruh mitra, yang mana forum ini menjadi penting untuk mempererat kolaborasi, makna yang sangat strategis sebagai provinsi dengan potensi kelautan yang besar, masih menjadi sumber mata pencaharian dari 35 persen masyarakat NTB. “Dalam visi Indonesia Emas 2045, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi ditempatkan sebagai fondasi utama transformasi ekonomi jangka panjang. Dalam konteks tersebut, ekonomi biru menjadi salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat investasi, serta meningkatkan ketahanan terhadap berbagai tantangan global. Pengembangan rumput laut di Indonesia merupakan salah satu agenda yang sangat penting. Selain menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir, rumput laut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah yang dapat memperkuat ekonomi nasional,” ujar Endang.

Diskusi Connect! #12 yang diselenggarakan di Universitas Mataram ini disambut baik oleh Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi. “Kemitraan kami dengan Australia sangat tinggi, tidak hanya di bidang riset dan pendidikan, tetapi juga dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan Saya meyakini bahwa tantangan global seperti ketahanan pangan, kesehatan, dan perubahan iklim ini tidak dapat diselesaikan oleh satu negara, satu institusi, atau satu penelitian saja. Kita membutuhkan orkestrasi berbagai disiplin ilmu, negara, dan lembaga pembangunan untuk membangun masa depan yang berkelanjutan. Universitas Mataram sendiri berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi biru, termasuk melalui berbagai program pengelolaan limbah (waste management) yang telah kami upayakan untuk diperluas ke berbagai fakultas,” kata Sukardi.

 

Upaya Riset Kolaboratif Dukung Pengembangan Budi Daya Rumput Laut

Penelitian pertama yang dibahas dalam diskusi berhasil mengidentifikasi potensi rumput laut sebagai sumber nutrisi dan bahan baku nutrasetikal bernilai tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa rumput laut dapat dikembangkan menjadi produk nutrasetikal, pangan fungsional, serta bahan baku industri makanan dan kosmetik yang memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan dan hilirisasi.

Peneliti utama dari Universitas Mataram, Eka S. Prasedya, menyampaikan bahwa berbagai spesies rumput laut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kesehatan dan nutrisi bernilai tambah. Eka juga menekankan dampak sosialnya, terutama dalam pemberdayaan perempuan yang mencapai sekitar 80 persen keterlibatan dalam budidaya dan pengolahan rumput laut. Dengan penguatan rantai nilai dan peningkatan produksi, sektor ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, meskipun hasil ekonominya masih bergantung pada stabilitas produksi dan tingkat hilirisasi.

Selain berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan dan nutrisi, rumput laut juga menunjukkan peluang besar sebagai bahan baku berbagai inovasi ramah lingkungan. Peneliti utama PT Bahari Agro Indonesia, Maya Puspita, menjelaskan bahwa biomassa rumput laut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti bahan kosmetik, pakan ternak, protein, dan bahan peningkat kualitas bioplastik. Melalui kolaborasi kedua negara, penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan rumput laut sekaligus mengurangi polusi plastik di Indonesia.

Maya menekankan bahwa tantangan pengembangan material pengganti plastik tidak hanya membuat bahan yang ramah lingkungan, tetapi juga memastikan solusi tersebut memiliki nilai ekonomi dan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Karena itu, tim peneliti menerapkan prinsip zero waste dengan memanfaatkan seluruh bagian rumput laut secara optimal. Penelitian ini juga mendorong penggunaan teknologi pengolahan yang lebih ramah lingkungan serta peningkatan kualitas bahan baku melalui edukasi petani dan perbaikan praktik pascapanen sesuai kebutuhan pasar.

Pemaparan hasil riset juga turut dibahas dalam diskusi bersama dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim, Direktur Pengembangan Indonesia Timur Bappenas Ika Retna Wulandary, serta Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Prof. Yos Sunitiyoso yang berharap penguatan riset, hilirisasi, dan kolaborasi lintas pihak dapat semakin mendorong pemanfaatan potensi rumput laut secara berkelanjutan.*

Previous Post

The Mandalika Terus Tumbuh, Keterlibatan Stakeholder Jadi Fondasi Keberlanjutan Kawasan

Related Posts

Kunjungi Sekretariat PWI NTB, Ketua KONI Nyatakan Dukungan Penuh untuk Porwada 2026
Mataram

Kunjungi Sekretariat PWI NTB, Ketua KONI Nyatakan Dukungan Penuh untuk Porwada 2026

Juni 8, 2026
Buka Pelatihan Kepemimpinan Nasional, Wagub NTB Ingatkan Ditengah Disrupsi AI Pemimpin Harus Hadir Membawa Solusi
Mataram

Buka Pelatihan Kepemimpinan Nasional, Wagub NTB Ingatkan Ditengah Disrupsi AI Pemimpin Harus Hadir Membawa Solusi

Juni 6, 2026
Gubernur NTB Optimis Utang BLUD Tuntas 100 Persen Lampaui Target BPK
Mataram

Gubernur NTB Optimis Utang BLUD Tuntas 100 Persen Lampaui Target BPK

Juni 6, 2026
BPK Apresiasi Transformasi Tata Kelola Keuangan Pemprov NTB
Mataram

BPK Apresiasi Transformasi Tata Kelola Keuangan Pemprov NTB

Juni 6, 2026
Presiden Luncurkan Gerakan ASRO, Pemprov NTB Taman Sejuta Pohon
Mataram

Presiden Luncurkan Gerakan ASRO, Pemprov NTB Taman Sejuta Pohon

Juni 6, 2026
Tahun Pertama Iqbal – Dinda Memimpin NTB, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat
Mataram

Tahun Pertama Iqbal – Dinda Memimpin NTB, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Juni 6, 2026

Discussion about this post

Browse by Category

  • Apps
  • Bima
  • Business
  • Daerah
  • Dompu
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Headline
  • Health
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Lombok Barat
  • Lombok Tengah
  • Lombok Timur
  • Lombok Utara
  • Mataram
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sports
  • Startup
  • Sumbawa
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • About
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2024 www.halolombok.com - copyright

No Result
View All Result

© 2024 www.halolombok.com - copyright

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In