• Home
  • About
  • redaksi
  • Contact
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
www.halolombok.com
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
www.halolombok.com
No Result
View All Result
Home Daerah Lombok Timur

Ketika Benang Menenun Masa Depan: Pringgasela Merawat Warisan, NTB Membangun Peradaban

sergapye@gmail.com by sergapye@gmail.com
Juli 26, 2026
in Lombok Timur
0
Ketika Benang Menenun Masa Depan: Pringgasela Merawat Warisan, NTB Membangun Peradaban
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Selong halolombok– Di banyak tempat, sehelai kain berhenti sebagai komoditas. Namun di Pringgasela, Lombok Timur, ia tumbuh menjadi identitas, pengetahuan, sekaligus harapan tentang masa depan. Melalui Karnaval Tenun Night Show “Srimananti: The Evolution of Heritage (Suara, Rupa, dan Aroma)”, yang digelar Sabtu (25/7) di Tugu Mopra Pringgasela, masyarakat tidak sekadar merayakan keindahan tenun, tetapi juga menegaskan bahwa warisan budaya hanya akan tetap hidup apabila terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Malam itu, denting alat tenun tidak lagi terdengar sebagai bunyi kayu yang saling beradu. Ia berubah menjadi bahasa kebudayaan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Benang-benang yang dirajut para penenun menjadi simbol ketekunan sebuah masyarakat menjaga ingatan kolektif di tengah dunia yang bergerak semakin cepat.

Penyelenggaraan Alunan Budaya yang kini memasuki tahun kesepuluh menjadi penanda bahwa Pringgasela tidak sekadar mempertahankan tradisi. Desa ini berhasil menjadikan tenun sebagai ruang dialog antara warisan leluhur dan kreativitas masa kini. Tema “The Evolution of Heritage” menegaskan bahwa kebudayaan bukan benda mati yang disimpan di balik etalase, melainkan nilai yang terus tumbuh mengikuti zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Ketua TP PKK NTB yang juga Ketua Dekranasda NTB Sinta Aghatia M. Iqbal di dampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Ihwan, S.Sos M.Si, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB memandang kebudayaan bukan sebagai pelengkap pembangunan, melainkan sebagai fondasi yang membentuk karakter, memperkuat identitas, dan membuka peluang kesejahteraan masyarakat.

Dalam kerangka NTB Makmur Mendunia, kebudayaan ditempatkan sebagai kekuatan strategis yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif, memperkaya pendidikan, memperkuat diplomasi budaya, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah. Karena itu, tenun Pringgasela tidak cukup dipahami sebagai produk kerajinan tangan. Ia adalah pengetahuan yang diwariskan, kreativitas yang terus berkembang, dan identitas yang membedakan NTB di tengah pergaulan dunia.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, tantangan pelestarian budaya hari ini bukan lagi memilih antara tradisi dan modernitas. Tantangannya adalah mempertemukan keduanya dalam harmoni. Tradisi harus tetap menjadi akar, sementara inovasi menjadi cabang yang membuatnya terus tumbuh dan menjangkau masa depan.

Semangat itulah yang kini diwujudkan melalui penyusunan Haluan Pemajuan Kebudayaan Daerah, penguatan museum, revitalisasi Taman Budaya, perlindungan objek pemajuan kebudayaan, serta kolaborasi dengan komunitas, pelaku seni, akademisi, dan pemerintah kabupaten/kota. Seluruh upaya tersebut diarahkan agar kebudayaan hadir sebagai bagian dari pembangunan, bukan sekadar dikenang sebagai warisan masa lalu.

Pringgasela telah menunjukkan bahwa kemajuan tidak harus menghapus jejak sejarah. Justru dari desa ini lahir pelajaran bahwa tradisi dapat menjadi sumber inovasi, ekonomi, dan kebanggaan masyarakat apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

Ketika seorang penenun menggerakkan alat tenunnya, sesungguhnya ia sedang merajut lebih dari sehelai kain. Ia sedang menyambungkan kisah para leluhur dengan mimpi anak cucunya. Ia sedang menghubungkan identitas lokal dengan panggung dunia.

Maka, ketika malam itu para peraga busana melangkah di atas panggung Srimananti, yang sesungguhnya tampil bukan hanya motif-motif tenun yang indah. Yang hadir adalah perjalanan panjang sebuah kebudayaan yang terus bertahan, beradaptasi, dan menemukan makna baru di setiap zaman.

Dari Pringgasela, Nusa Tenggara Barat mengirimkan pesan sederhana namun mendalam: kemajuan tidak pernah lahir dengan meninggalkan akar, melainkan dengan merawatnya, menumbuhkannya, lalu memperkenalkannya kepada dunia. Ketika benang terus ditenun dengan cinta dan keyakinan, yang lahir bukan sekadar sehelai kain, melainkan masa depan sebuah peradaban yang berakar kuat pada budayanya sendiri.*(Yan)

Previous Post

Tutup Porprov XII, Gubernur Iqbal Ajak NTB Bersatu Menuju PON 2028

Related Posts

Turunkan Angka Stunting, Munculkan Inovasi Olahan Obat Herbal
Lombok Timur

Turunkan Angka Stunting, Munculkan Inovasi Olahan Obat Herbal

Juli 23, 2026
Kepala Bapenda Lotim Luruskan Viral nya Surat Tagihan Pajak di Medsos
Lombok Timur

Kepala Bapenda Lotim Luruskan Viral nya Surat Tagihan Pajak di Medsos

Juli 23, 2026
Patroli Trantibum, Satpol PP Lotim Musnahkan Miras di Pantai Suryawangi – Labuhan Haji
Lombok Timur

Patroli Trantibum, Satpol PP Lotim Musnahkan Miras di Pantai Suryawangi – Labuhan Haji

Juli 20, 2026
Refleksi Satu Tahun Pelayanan Baznas Menuju Lombok Timur SMART
Lombok Timur

Refleksi Satu Tahun Pelayanan Baznas Menuju Lombok Timur SMART

Juli 20, 2026
Satuan Patroli Trantibum di Kota Selong, Satpol PP Lotim Imbau Pedagang Pindah dari Trotoar
Lombok Timur

Satuan Patroli Trantibum di Kota Selong, Satpol PP Lotim Imbau Pedagang Pindah dari Trotoar

Juli 16, 2026
Gencar Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP dan Bea Cukai Mataram akan Tindak Pedagang Nakal
Lombok Timur

Gencar Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP dan Bea Cukai Mataram akan Tindak Pedagang Nakal

Juli 15, 2026

Discussion about this post

Browse by Category

  • Apps
  • Bima
  • Business
  • Daerah
  • Dompu
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Headline
  • Health
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Lombok Barat
  • Lombok Tengah
  • Lombok Timur
  • Lombok Utara
  • Mataram
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sports
  • Startup
  • Sumbawa
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • About
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2024 www.halolombok.com - copyright

No Result
View All Result

© 2024 www.halolombok.com - copyright

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In