Mataram halolombok —Memasuki bulan ramadan, Himpunan Pengusaha Muda (HIPMA) Sekarbela, bersama Kapolsek Ampenan Kompol Ahmad Majmuk, menyalurkan santunan ke anak yatim piatu berupa paket sembako.
Puluhan anak yatim piatu dari Sekarbela di santuni Rabu malam (18/2) di rumah Zia Urrahman di Sekarbela. Dalam sambutan Kapolsek Ampenan, Kompol Ahmad Majmuk menyampaikan, semangat bersama dan saling berbagai seperti saat ini terus digaungkan. Bukan hanya di sekarbela kedepanya, bisa lebih luas skala Kota Mataram. ‘’Kami sangat mendukung penuh kegiatan positif dan terus bersinegeri selama ini,’’ katanya.
Kekompakan di kalangan HIPMA Sekarbela terus terjaga selama ini, silaturahmi tetap terjalin. Dia juga mengajak pengurus HIPMA dan masyarakat untuk terus menjaga kondusifitas menyambut bulan ramadan, tetap terjaga keamanan dan kenyamanan selama ibadah ramadan.
Sementara itu, Pembina HIPMA Sekarbela Zia Urrahman menyampaikan, menyambut bulan penuh berkah mengajak masyarakat untuk mengembalikan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu, yakni tenggang rasa dan semangat gotong royong. Ia menilai, penguatan solidaritas sosial menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan dan ketahanan masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman.
“Momentum kebersamaan harus kita manfaatkan untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan. Masyarakat perlu kembali menghidupkan budaya saling membantu dan peduli satu sama lain,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia mengajak warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk ikut berperan dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu.
“Kita ingin membangun kekompakan dan kepedulian sosial. Yang mampu membantu yang membutuhkan. Ini bagian dari nilai kemanusiaan sekaligus warisan budaya yang harus kita jaga bersama,” imbuhnya.
Selain menekankan pentingnya nilai sosial, Zia juga menyoroti perkembangan era digital yang semakin pesat dan membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor ekonomi dan usaha masyarakat.
“Perkembangan digitalisasi harus dimanfaatkan dengan baik. Pola bisnis sekarang sudah berbasis teknologi, terutama dalam hal promosi dan pemasaran produk,” ungkapnya.
Ia mengingatkan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah, agar tidak tertinggal dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan usaha.
“Jangan sampai masyarakat tertinggal start. Media sosial dan marketplace bisa menjadi peluang besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan,” tambahnya.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, Zia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan berita. Ia menilai, penyebaran hoaks masih menjadi persoalan yang perlu diwaspadai bersama.
‘’Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenaran dan keabsahannya. Setiap berita harus disaring dan diteliti terlebih dahulu,” tegasnya.
Menurutnya, kemampuan literasi digital sangat penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.
Zia berharap, penguatan nilai tenggang rasa dan gotong royong dapat berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Teknologi boleh berkembang pesat, tetapi nilai kebersamaan jangan sampai hilang. Mari kita kembalikan warisan para leluhur, yaitu tenggang rasa dan gotong royong, sebagai kekuatan utama dalam membangun masyarakat yang solid dan peduli,” pungkasnya.(cece)







Discussion about this post