• Home
  • About
  • redaksi
  • Contact
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
www.halolombok.com
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
www.halolombok.com
No Result
View All Result
Home Headline

Miris Banget, Ibu Muda Bawa Pulang Mayat Bayinya Gunakan Transportasi Online dari RSUP

halo lombok by halo lombok
April 7, 2025
in Headline, Mataram
0
Miris Banget, Ibu Muda Bawa Pulang Mayat Bayinya Gunakan  Transportasi Online dari RSUP
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mataram halolombok–-Miris banget pelayanan yang diberi pemerintah NTB untuk masyarakat nya. Gubernur NTB, LM Iqbal harus mengambil tindakan tegas terhadap pihak rumah sakit provinsi yang berbuat tega terhadap salah seorang pasiennya.

Seperti dikutip dari media online radar lombok, Yuliana (20), seorang ibu asal Kabupaten Sumbawa Barat, menghadapi situasi penuh tantangan setelah melahirkan bayi prematur di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kehamilan pertama Yuliana, yang memasuki usia 24 minggu 5 hari, berakhir dengan diagnosis Kematian Janin Dalam Rahim (KJDR). Ia dirujuk ke RSUP NTB pada Jumat, 4 April 2025, setelah tidak merasakan gerakan janin sejak 1 April. Pada Minggu dini hari, 6 April 2025, ia melahirkan janin dengan berat 650 gram yang telah meninggal dunia.

Jenazah bayi kemudian dipulasarkan oleh instalasi forensik RSUP NTB untuk dipersiapkan pemulangannya ke Kabupaten Sumbawa Barat. Namun, biaya pemulangan jenazah sebesar Rp 2,6 juta tidak mampu ditanggung keluarga Yuliana, karena tidak tercakup dalam layanan BPJS. Akibatnya, keluarga memutuskan menggunakan jasa transportasi online dengan biaya Rp 407 ribu.

Perjalanan mereka terhenti sementara di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, pada Minggu sore, saat petugas memeriksa kendaraan yang membawa jenazah. Jenazah bayi tersebut ditemukan sedang digendong oleh neneknya, Hadiatullah (53). Regulasi pelabuhan melarang pengangkutan jenazah tanpa menggunakan ambulans, sehingga kepulangan keluarga tertunda.

Menurut Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Oesman, setelah mendengar cerita keluarga korban, petugas Polsek Kayangan memfasilitasi pemulangan jenazah menggunakan ambulans dari Puskesmas Labuhan Lombok.

Direktur RSUP NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, menjelaskan bahwa biaya pemulangan jenazah selama ini menjadi tanggung jawab keluarga pasien. Namun, rumah sakit memiliki dana sosial yang dapat digunakan untuk membantu keluarga kurang mampu.

Dalam dua bulan terakhir, RSUP NTB telah memfasilitasi pemulangan lima jenazah menggunakan dana ini. Sayangnya, dalam kasus Yuliana, keluarga memilih buru-buru pulang tanpa sempat menerima edukasi mengenai adanya bantuan yang tersedia. Kekhawatiran bahwa jenazah bayi akan mengeluarkan aroma tidak sedap menjadi alasan keputusan mereka.

RSUP NTB tambah Herman, menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah untuk membantu pemulangan jenazah ke wilayah asal pasien di masa mendatang..

Previous Post

Ratusan Personel Polda NTB Dikerahkan untuk Amankan Perayaan Lebaran Topat

Next Post

Diputusin Pacar Diduga Penyebab Sultan Tewas Gantung Diri

Related Posts

Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028
Mataram

Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028

Juli 16, 2026
Satgas BKC Ilegal NTB Amankan 13 Ribu Batang Rokok Ilegal di Sikur dan Terara, Lombok Timur*
Mataram

Satgas BKC Ilegal NTB Amankan 13 Ribu Batang Rokok Ilegal di Sikur dan Terara, Lombok Timur*

Juli 16, 2026
Fraksi PPP Dukung Terbentuk Satker PPA/PPO Polresta Mataram
Mataram

Fraksi PPP Dukung Terbentuk Satker PPA/PPO Polresta Mataram

Juli 16, 2026
Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah
Mataram

Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

Juli 15, 2026
MATAMUDA Dibuka, MAN 1 Mataram Tegaskan Komitmen Madrasah Aman Tanpa Bullying
Mataram

MATAMUDA Dibuka, MAN 1 Mataram Tegaskan Komitmen Madrasah Aman Tanpa Bullying

Juli 13, 2026
Rokok Ilegal Marak di Lombok Timur,  Tim Gabungan Satpol-PP Amankan Puluhan Ribu Batang Rokok Non Cukai 
Mataram

Rokok Ilegal Marak di Lombok Timur, Tim Gabungan Satpol-PP Amankan Puluhan Ribu Batang Rokok Non Cukai 

Juli 9, 2026
Next Post
Diputusin Pacar Diduga Penyebab Sultan Tewas Gantung Diri

Diputusin Pacar Diduga Penyebab Sultan Tewas Gantung Diri

Discussion about this post

Browse by Category

  • Apps
  • Bima
  • Business
  • Daerah
  • Dompu
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Headline
  • Health
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Lombok Barat
  • Lombok Tengah
  • Lombok Timur
  • Lombok Utara
  • Mataram
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sports
  • Startup
  • Sumbawa
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • About
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2024 www.halolombok.com - copyright

No Result
View All Result

© 2024 www.halolombok.com - copyright

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In