Mataram halolombok – Pemerintah pusat sudah memutuskan akan melaksanakan kebijakan Work Form Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi di kementerian dan pemerintah daerah. WFH dilaksanakan sekali dalam sepekan yakni hari jumat.
Kebijakan WFH itu sebagai upaya penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai dampak dari perang di Timur Tengah.
Terkait hal tersebut, Ketua komisi I Bidang Pemerintahan dan Politik DPRD Provinsi NTB Muhammad Akri Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB diminta tidak menerapkan kebijakan WFH secara merata ke semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
Sebaiknya menurutnya, harus ada kriteria yang diberikan.
” Kalau OPD yang tugas utamanya dalam bidang pelayanan jangan WFH,” kata politisi PPP.
Menurutnya, OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik dan memerlukan interaksi tatap muka tidak bisa diberlakukan WFH.
Dia mencontohkan seperti rumah sakit, pendidikan hingga bidang pelayanan pajak daerah harus tetap bekerja seperti biasa.
“Pelayanan vital seperti pendidikan dan yang melayani emergency seperti rumah sakit tetap harus jalan,” ucapnya.
Dia berpandangan, dengan kebijakan WFH satu kali dalam sepekan dikeluarkan oleh Pemerintah pusat, sebaiknya Pemprov terlebih dahulu melakukan uji coba di beberapa OPD.
Jangan sampai WFH itu langsung djberlakukan serentak. Ini penting sebagai bentuk sosialisasi ke masyarakat terkait efektivitas kebijakan itu.
“Sebaiknya uji coba dulu agar masyarakat yang minta pelayanan tidak kaget,” imbuhnya.
Dia juga menambahkan, Pedoman pelaksanaan WFH juga harus diatur secara teknis.
Pemprov NTB harus menyiapkan prosedur operasional standar (SOP), termasuk menentukan jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara jarak jauh dari rumah.
“Instansi perlu melakukan persiapan dulu. Misalnya SOP tentang pekerjaan apa yang bisa di-WFH-kan. Supaya jelas prosedur pelaksanaannya,” tandasnya.
Akri juga mengingatkan bahwa
tujuan WFH adalah untuk menghemat penggunaan energi BBM. Bukan untuk memperpanjang waktu libur.
Sebab itu, Meski dilaksanakan WFH pada hari jumat sekali dalam sepekan, harus bisa tetap dipastikan apa dikerjakan ASN dari rumah.*








Discussion about this post