Gerung halolombok– Wakil Ketua DPR RI, Hj. Sari Yuliati, memberikan apresiasi dan motivasi mendalam kepada para wisudawan dan wisudawati santri program Wisuda Takhasus Santri Pondok Pesantren NU Abhariyah, Selasa (4/8).
Dalam sambutannya, Sari Yuliati menegaskan bahwa kelulusan ini bukanlah titik akhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan langkah awal untuk mengembangkan pengetahuan dan mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Wisuda hari ini bukanlah wisuda terakhir dari perjalanan menuntut ilmu, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang dalam mengembangkan pengetahuan dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar Sari Yuliati.
Ia juga membagikan pengalaman pribadinya yang hingga kini masih aktif menuntut ilmu sebagai kandidat Doktor Hukum di Universitas Padjadjaran, meski usianya telah mendekati setengah abad. Hal ini ia sampaikan untuk memotivasi para santri agar tidak pernah berhenti belajar.
“Di usia saya yang hampir setengah abad, saya tetap semangat menuntut ilmu. Teruslah banyak membaca, mencari ilmu, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas keimanan dan akhlak,” tambahnya.
Pada wisuda ini, Sari Yuliati menyerahkan bantuan PIP kepada para santri yang ada di Ponpes NU Abhariyah. Sari mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Ponpes NU Abhariyah, karena dirinya dan Ponpes NU Abhariyah sudah seperti keluarga, bahkan setiap dirinya datang ke Ponpes NU Abhariyah ia merasa lebih tenang dan nyaman.” Setiap saya ke abhariyah saya merasa seperti pulang ke rumah “ bertemu umi dan keluarga besar Abhariyah,”ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Wakil Ketua DPR RI ini memberikan motivasi, dimana menghadapi era digitalisasi dan perubahan zaman yang cepat, Sari Yuliati mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini bergerak sangat cepat, bahkan melebihi dinamika hukum itu sendiri.
Oleh karena itu, ia berharap para santri tidak hanya unggul dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mampu berperan aktif di berbagai bidang kehidupan.
“Saya berharap para santri dapat menjadi generasi yang unggul, beradaptasi dengan teknologi, menjadi teladan di tengah masyarakat, serta menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi agama, nusa, bangsa, dan keluarga,” tegasnya.
Dalam kesempatan Sari menyatakan pihaknya tidak ingin ada santri yang berhenti sekolah atau berhenti mondok karena tidak ada biaya, untuk itu pihaknya memberikan program berupa program PIP dan Program KIP kuliah untuk ponpes NU Abhariyah.
Mengakhiri amanatnya, Sari Yuliati menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berdoa agar keberhasilan hari ini menjadi pijakan menuju masa depan yang lebih baik, bermanfaat, dan membanggakan orang tua serta almamater.
Dalam kesempatan ini, Sari Yuliati memberikan bantuan kepada ponpes Abhariyah dengan memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta untuk pembangunan pondok pesantren, dan juga memberikan bantuan program sanitasi untuk ponpes NU Abhariyah.
Sementara itu Pengasuh Ponpes NU Abhariyah Ustadz Imam Kafali mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran dari Wakil Ketua DPR RI Hj.Sari Yuliati, dimana hubungan Ponpes NU Abhariyah dengan Sari Yuliati sudah seperti keluarga,” Saya dan Ibu Sari ini sudah seperti saudara, sehingga ibu Sari ini adalah bagian dari keluarga besar ponpes NU Abhariyah,”ujarnya.
Ia menuturkan, Hj Sari sudah lama peduli terhadap ponpes NU Abhariyah, karena sejak tahun 2019, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) telah disalurkan secara konsisten tanpa terkecuali kepada seluruh santri di Ponpes NU Abhariyah.” Sejak tahun 2019, Ibu Sari sudah menyalurkan bantuan untuk Abhariyah,”ujarnya.
Program ini dinilai sangat membantu para santri yang mayoritas berasal dari kalangan menengah ke bawah, sehingga mereka yang sebelumnya terancam putus sekolah akibat kendala biaya dapat terus melanjutkan pendidikannya.
“Sistem yang kami terapkan di sini, ketika PIP ini dicairkan untuk jenjang SMP, dicairkan langsung oleh orang tuanya. Kami sarankan untuk menyelesaikan kewajiban administrasi pesantren. Alhamdulillah, santri dan wali santri di Ponpes Abhariyah sangat taat,” ujarnya.
Tak hanya jenjang pendidikan dasar dan menengah, dukungan tersebut juga menjangkau para santri yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan pencairan bantuan dilakukan per semester.” kami di pesantren menjamin seluruh bantuan tersebut dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung kelancaran studi para mahasiswa,”terangnya.
Selain bantuan akses pendidikan, Bendahara umum partai Golkar Pusat ini menunjukkan bentuk kepedulian juga diwujudkan melalui penyediaan operasional satu unit kendaraan operasional (operasional BPKH). Kendaraan tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk kemaslahatan umat, seperti mengantar santri yang membutuhkan pengobatan maupun kebutuhan operasional pesantren lainnya.
Imam kafali Ketua BM Kosgoro 1957 NTB ini memberikan apresiasi tinggi kepada Sari yang juga Ketua umum Kosgoro 1957. Karena sudah memberikan perhatian yang tinggi kepada semua pondok pesantren yang ada di NTB, salah satu perhatian serius Sari dibuktikan dalam memberikan perhatian kepada para santri yang mengalami kekerasan di pulau Lombok.
Menutup sambutannya, Ustadz Imam Kafali menegaskan bahwa seluruh rekam jejak bantuan dan perjuangan yang telah diberikan merupakan bukti nyata kepedulian bagi masyarakat Lombok dan keluarga besar Pondok Pesantren NU Abhariyah.
Di wisuda tahun ini ada 16 santri yang mengikuti wisuda, mereka adalah santri yang sudah selesai menjalani pendidikan santri selama 7 tahun di Ponpes NU Abhariyah.(*)







Discussion about this post