Gerung —Pembangunan Gedung SMP Islam Darul Musthofa di Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, resmi dimulai pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama sebagai bagian dari program Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan yang didukung pemerintah pusat.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPR RI dari Dapil NTB, H. L. Hardian Irfani, serta Wakil Ketua III DPRD Lombok Barat, TGH. Hardiatullah. Hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, unsur Forkopimcam Kuripan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta jajaran guru dari yayasan.
Dalam keterangannya, Hardian Irfani menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu. Ia berharap fasilitas yang dibangun dapat menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Menurutnya, keberadaan sekolah ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah serta meningkatkan rata-rata lama pendidikan masyarakat. Saat ini, rata-rata lama sekolah masih berada di angka sekitar 7,9 tahun, sehingga diperlukan upaya bersama untuk mencapai target wajib belajar 13 tahun pada 2026.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik selain pembangunan infrastruktur. Dukungan anggaran pendidikan untuk Lombok Barat pun akan terus diupayakan agar tetap stabil dengan pengawasan yang maksimal.
Ia menambahkan, bantuan revitalisasi ini dalam rangka membantu daerah disaat fiskal daerah tidak mampu untuk membantu sekolah.”Kami menyalurkan bantuan revitalsasi satuan pendidikan program pemerintah pusat kepada sekolah sekolah yang memenuhi kriteria untuk dibantu disaat fiskal daerah terbatas,”terangnya.
Untuk tahun 2026, tercatat sudah ada enam sekolah di Lombok Barat, khususnya jenjang SMP, yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) untuk program revitalisasi.” Untuk program revitalisasi sekolah sudah ada masuk sudah ada enam sekolah yang nanti akan direvitalisasi tahun 2026,” ujarnya. Sedangkan untuk jenjang SD dan SMA, prosesnya masih terus dikawal agar bisa segera menyusul.
Kedepannya, politisi PKB juga mengungkapkan komitmen untuk terus meningkatkan jumlah penerima bantuan di masa mendatang. Sebagai contoh, sebuah sekolah yang memiliki sekitar 300 siswa saat ini baru mengakomodasi sekitar 130-an penerima bantuan.” Target ke depan adalah meningkatkan cakupan tersebut hingga mencapai lebih dari 200 siswa per sekolah agar manfaatnya lebih merata.
Sementara itu Ketua Yayasan Darul Musthofa, TGH. M. Soleh Rahmatullah, menjelaskan bahwa yayasan yang berdiri sejak 2013 itu terus berkembang dalam mengelola berbagai jenjang pendidikan. Saat ini, yayasan menaungi sejumlah lembaga, mulai dari PAUD hingga SMA, termasuk pendidikan keagamaan seperti MDT dan TPQ.
Ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan revitalisasi yang diterima, termasuk dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang sangat membantu para siswa.
Ditempat yang sama TGH. Hardiatullah menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada lembaga pendidikan di wilayahnya. Ia menyebut fasilitas yang akan dibangun cukup lengkap, meliputi ruang kelas, laboratorium, hingga perpustakaan.
Pembangunan ini ditargetkan rampung dalam waktu sekitar empat bulan, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh siswa dan tenaga pendidik. Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan akses dan mutu pendidikan di Kecamatan Kuripan semakin meningkat, sekaligus mencetak generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.(red)







Discussion about this post