Mataram halolombok —Ada 12 nama kandidat calon direksi PT Gerbang NTB Emas (GNE)
sudah diserahkan tim pansel ke meja Gubernur NTB.
Dari 12 nama itu akan dipilih dan ditetapkan 3 nama direksi oleh Gubernur NTB. Tiga posisi direksi akan diisi yakni Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan.
Terkait hal tersebut. Ketua komisi III Bidang BUMD dan Perbankan DPRD Provinsi NTB Sambirang Ahmadi berharap
mereka yang terpilih sebagai direksi punya fashion, dan basic pengalaman yang mumpuni memaksimalkan PT. GNE sebagai instrumen pembangunan di daerah.
” Selama ini PT GNE ada masalah, kita berharap direksi baru akan dipilih, bisa mengurangi benat kusut BUMD ini,” kata politisi PKS, kemarin
Dia mengakui, terkait nanti lini bisnis dikelola PT GNE, itu tergantung arahan Gubernur NTB.
Menurutnya, berdasarkan arahan Gubernur Lalu Iqbal sebelumnya bisnis PT. GNE harus fokus di bidang material konstruksi.
” Soal lini bisnis nanti kita lihat. kalau arahan gubernur, mereka di minta satu bisnis yang mereka kuasai dan fokus,” terangnya.
Dia menepis deviden PT. GNE nol rupiah. Dia mengungkapkan deviden tidak diserahkan karena terblokir akibat tidak bayar pajak.
”Deviden tidak nol, deviden tidak bisa diserahkan. Tidak bisa RUPS karena terblokir. Terblokir karena tidak bayar pajak. Akibatnya utang lama turun temurun,” paparnya.
Sebab itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menyuntikan dana sebanyak 8 miliar untuk menyehatkan PT. GNE sehingga bisa melakukan RUPS.
Dia mengatakan Perseroan Terbatas (PERSERODA) dengan kepemilikan Saham 100% oleh Pemprov NTB ini dalam sebulan bisa menghasilkan 300 juta.
” kita berharap deviden harus tetap diserahkan kedepan,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III lainnya, Muhammad Aminurlah berharap tata kelola PT. GNE harus di ubah. Manajemen harus dirubah. Keuangan harus di rubah, sistemnya harus di ubah, prosedur harus diubah.
” Operasional PT GNE harus dirubah,” ungkapnya.
Dia berpandangan, kurang tepat jika PT GNE berfokus di Paving. Keberadaan PT GNE harus memberikan kontribusi terhadap masyarakat.
” Harus ada ide lain, bagaimana usaha PT GNE ada di pertanian, perikanan, ada di peternakan. Itu kan harus,” jelasnya.
Dia mengatakan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB angka tertinggi disumbang dari sektor pertanian, perkebunan dan perikanan serta peternakan.
Sehingga hal itu memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, harus disitu bisnis yang digarap PT GNE.
Dia menambahkan, dengan program prioritas presiden Prabowo Subianto lewat Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP) harus di sokong oleh Pemprov dengan hasil bumi NTB.
” Tujuan BUMD untuk mensejahterakan masyarakat. PDRB paling tinggi di sumbang pertanian, perikanan dan perkebunan,” ungkapnya.*








Discussion about this post