Mataram halolombok—Sebanyak 1000 pohon cemara udang ditanam kader dan pengurus PDI Perjuangan Provinsi NTB di Lingkungan Bintaro, Kecamatan Ampenan yang masuk salah satu kawasan pesisir Kota Mataram, Rabu 21 Januari 2026.
Kegiatan penanaman pohon ini, terasa spesial lantaran juga menjadi kado yang dipersembahkan untuk memperingati hari ultah ke-79, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri yang bakal dirayakan serentak semua kader partai pada Kamis 23 Januari.
Ketua Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan NTB Nyayu Ernawati mengatakan, bahwa sesuai arahan DPP PDI Perjuangan dan Ketua DPD PDI-P NTB Rachmat Hidayat, maka seluruh kader PDI Perjuangan setempat, telah mulai bergerak menyukseskan gerakan mencintai bumi dengan memulai pembersihan pantai di Bintaro sejak Selasa (20/1) dan berlanjut hingga hari ini.
“Kegiatan mencintai bumi atau yang dikenal dengan ‘Merawat Pertiwi’ bagi kader PDIP NTB, kita awali dengan bersih-bersih pantai dan berlanjut ke penanaman pohon 1000 pohon cemara udang di Pantai Bintaro hari ini,” ujarnya, Kamis 22 Januari 2026.
Anggota DPRD Kota Mataram ini, menegaskan bahwa dipilihnya tanaman cemara udang, lantaran tanaman jenis ini, mampu menahan abrasi pantai hingga tsunami.
Menurut Nyayu, pemilihan pohon cemara udang merupakan rekomendasi langsung dari Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, lantaran akarnya sangat kuat, tahan kondisi ekstrem dan daunnya juga bisa jadi mulsa yang berpotensi sebagai obat tradisional untuk mencegah kolesterol dan gula darah.
“Sesuai arahan Ketua DPD, usai kita tanam, maka tugas kita adalah merawat tanaman ini agar dapat tumbuh dengan subur. Ini karena tanaman cemara udang memiliki manfaat jangka panjang untuk kehidupan warga pesisir Kota Mataram,” tegasnya.
Nyayu menyebut bahwa dipilihnya Pantai Bintaro sebagai lokasi kegiatan Merawat Pertiwi kali ini, lantaran wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan abrasi dan penumpukan sampah yang cukup tinggi.
Apalagi, katanya, kawasan pantai yang berada di belakang Rusunawa itu, selama ini menjadi ruang publik warga, namun minim sentuhan penataan lingkungan.
Menyinggung aksi bersih pantai. Nyayu mengaku bahwa hal itu, merupakan langkah awal dari rangkaian program lingkungan yang secara berkelanjutan akan dilakukan oleh kader PDI Perjuangan bersama masyarakat.
Adapun fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan sampah pesisir dan penanaman pohon cemara udang sebagai upaya mitigasi abrasi.
Dalam kegiatan bersih-bersih sebelummya, BAGUNA melibatkan sekitar 100 orang peserta yang terdiri dari kader partai, relawan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Salah satunya, generasi muda yang tergabung dalam pemuda masjid atau ‘Kurma Baim’.
Dari aksi tersebut, peserta berhasil mengumpulkan lebih dari 50 karung sampah, yang didominasi sampah organik seperti daun-daunan, serta sampah plastik rumah tangga.
Nyayu menegaskan, keterlibatan warga menjadi kunci utama dalam gerakan Merawat Pertiwi ini. Mengingat, menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan pada organisasi atau pemerintah semata, melainkan harus tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat.
“Alhamdulillah, dari kemarin hingga hari ini, keterlibatan warga sekitar bersama kader partai terlihat kompak dan bahu-membahu merawat lingkungan. Insya Allah, jika lingkungan ini dirawat bersama, maka kecintaan terhadap tempat tinggalnya juga akan tumbuh dengan sendirinya,” jelas Nyayu Ernawati.
Usai melakukan penanaman pohon, kegiatan Merawat Pertiwi DPD PDI Perjuangan NTB dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama ratusan kader dan warga setempat.
“Kenapa kita pilih tumpeng. Ini adalah hidangan tradisional yang di instruksikan DPP yang mengandung filosofi ucapan rasa syukur, kebersamaan dan harapan,” tandas Nyayu Ernawati.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTB Hakam Ali Niazi mengatakan bahwa kegiatan Merawat Pertiwi yang digelar DPD PDI Perjuangan setempat, merupakan arahan langsung Ketua Umum agar kader partai di semua tingkatan, dalam berpolitik
harus menyentuh seluruh aspek kehidupan.
Mengingat saat ini, perubahan iklim dalam posisi mengkhawatirkan. “Jadi berpolitik bukan soal kepentingan dan kekuasaan. Tapi Bu Megawati mengajarkan kami untuk berpolitik yang peduli pada lingkungan demi kelangsungan generasi dan alam sekitar yang harus dirawat da dijaga kelangsungannya,” tandas Hakam Ali Niazi. (Iting)








Discussion about this post