• Home
  • About
  • redaksi
  • Contact
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
www.halolombok.com
Advertisement
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Mataram
    • Lombok Timur
    • Lombok Barat
    • Lombok Tengah
    • Lombok Utara
    • Sumbawa
    • Bima
    • Dompu
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Pendidikan
No Result
View All Result
www.halolombok.com
No Result
View All Result
Home Headline

Miris Banget, Ibu Muda Bawa Pulang Mayat Bayinya Gunakan Transportasi Online dari RSUP

halo lombok by halo lombok
April 7, 2025
in Headline, Mataram
0
Miris Banget, Ibu Muda Bawa Pulang Mayat Bayinya Gunakan  Transportasi Online dari RSUP
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mataram halolombok–-Miris banget pelayanan yang diberi pemerintah NTB untuk masyarakat nya. Gubernur NTB, LM Iqbal harus mengambil tindakan tegas terhadap pihak rumah sakit provinsi yang berbuat tega terhadap salah seorang pasiennya.

Seperti dikutip dari media online radar lombok, Yuliana (20), seorang ibu asal Kabupaten Sumbawa Barat, menghadapi situasi penuh tantangan setelah melahirkan bayi prematur di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kehamilan pertama Yuliana, yang memasuki usia 24 minggu 5 hari, berakhir dengan diagnosis Kematian Janin Dalam Rahim (KJDR). Ia dirujuk ke RSUP NTB pada Jumat, 4 April 2025, setelah tidak merasakan gerakan janin sejak 1 April. Pada Minggu dini hari, 6 April 2025, ia melahirkan janin dengan berat 650 gram yang telah meninggal dunia.

Jenazah bayi kemudian dipulasarkan oleh instalasi forensik RSUP NTB untuk dipersiapkan pemulangannya ke Kabupaten Sumbawa Barat. Namun, biaya pemulangan jenazah sebesar Rp 2,6 juta tidak mampu ditanggung keluarga Yuliana, karena tidak tercakup dalam layanan BPJS. Akibatnya, keluarga memutuskan menggunakan jasa transportasi online dengan biaya Rp 407 ribu.

Perjalanan mereka terhenti sementara di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, pada Minggu sore, saat petugas memeriksa kendaraan yang membawa jenazah. Jenazah bayi tersebut ditemukan sedang digendong oleh neneknya, Hadiatullah (53). Regulasi pelabuhan melarang pengangkutan jenazah tanpa menggunakan ambulans, sehingga kepulangan keluarga tertunda.

Menurut Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Oesman, setelah mendengar cerita keluarga korban, petugas Polsek Kayangan memfasilitasi pemulangan jenazah menggunakan ambulans dari Puskesmas Labuhan Lombok.

Direktur RSUP NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, menjelaskan bahwa biaya pemulangan jenazah selama ini menjadi tanggung jawab keluarga pasien. Namun, rumah sakit memiliki dana sosial yang dapat digunakan untuk membantu keluarga kurang mampu.

Dalam dua bulan terakhir, RSUP NTB telah memfasilitasi pemulangan lima jenazah menggunakan dana ini. Sayangnya, dalam kasus Yuliana, keluarga memilih buru-buru pulang tanpa sempat menerima edukasi mengenai adanya bantuan yang tersedia. Kekhawatiran bahwa jenazah bayi akan mengeluarkan aroma tidak sedap menjadi alasan keputusan mereka.

RSUP NTB tambah Herman, menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah untuk membantu pemulangan jenazah ke wilayah asal pasien di masa mendatang..

Previous Post

Ratusan Personel Polda NTB Dikerahkan untuk Amankan Perayaan Lebaran Topat

Next Post

Diputusin Pacar Diduga Penyebab Sultan Tewas Gantung Diri

Related Posts

Banyak  Penipuan Catut Nama Perwira Jelang Pergantian Kapolda NTB
Mataram

Banyak Penipuan Catut Nama Perwira Jelang Pergantian Kapolda NTB

Mei 12, 2026
Polisi Federal Australia Berkunjung ke Polda NTB, Bahas Penanganan PPA TPPO
Mataram

Polisi Federal Australia Berkunjung ke Polda NTB, Bahas Penanganan PPA TPPO

Mei 12, 2026
Jubir Pemprov NTB Optimis Masuk Tiga Besar Nasional Keterbukaan Informasi Publik 2026
Mataram

Jubir Pemprov NTB Optimis Masuk Tiga Besar Nasional Keterbukaan Informasi Publik 2026

Mei 11, 2026
Gubernur NTB: Jadilah Guru yang Layak dan Dicintai Murid
Mataram

Gubernur NTB: Jadilah Guru yang Layak dan Dicintai Murid

Mei 9, 2026
Pemprov NTB Kunci Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi Pariwisata Berbasis Ekosistem
Mataram

Pemprov NTB Kunci Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi Pariwisata Berbasis Ekosistem

Mei 9, 2026
Mahasiswa STIS DAFA Mataram Dukung KPK Bongkar Dugaan Praktik “Jual Beli” Kuota PIP*
Mataram

Mahasiswa STIS DAFA Mataram Dukung KPK Bongkar Dugaan Praktik “Jual Beli” Kuota PIP*

Mei 8, 2026
Next Post
Diputusin Pacar Diduga Penyebab Sultan Tewas Gantung Diri

Diputusin Pacar Diduga Penyebab Sultan Tewas Gantung Diri

Discussion about this post

Browse by Category

  • Apps
  • Bima
  • Business
  • Daerah
  • Dompu
  • Entertainment
  • Fashion
  • Food
  • Gadget
  • Headline
  • Health
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lifestyle
  • Lombok Barat
  • Lombok Tengah
  • Lombok Timur
  • Lombok Utara
  • Mataram
  • Mobile
  • Movie
  • Music
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Review
  • Science
  • Sports
  • Startup
  • Sumbawa
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized
  • World
  • About
  • Redaksi
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2024 www.halolombok.com - copyright

No Result
View All Result

© 2024 www.halolombok.com - copyright

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In